Postingan

POSTINGAN UNGGULAN

DESEMBER JANUARI

Gambar
  Desember merupakan penghujung bulan dalam perhitungan kalender masehi. Berdasarkan rotasi bumi mengelilingi matahari selama 365 hari atau satu tahun. Roda kehidupan dipergilirkan setiap saat.Umat manusia yang mewarnai setiap bentangan waktu menyambut pergantian tahun dengan bermacam cara. Sambil tentu saja,Desember si penghujung bulan akan kebanjiran ucapan selamat tinggal. Bulan Januari yang sudah menunggu di gerbang waktu seakan berkata Say good bye to December! maka pesta kembang api pun menghiasi langit malam dan hingar bingar petasan seakan enggan bersahabat dengan orang yang tertidur pulas demi menyambut Januari yang pesonanya sanggup menghipnotis seisi bumi. Desember sebagai penghujung bulan dalam perhitungan kalender Masehi sejatinya mengajarkan kita untuk mampu memaknai setiap yang berlalu, mengikhlaskan yang telah pergi tanpa mengubur harapan untuk sebuah lembaran baru.Menyikapi pergantian tahun dengan banyak berdoa kepada yang Maha Kuasa tentu akan lebih bermakna. Waktu bu

Proses Menjemput Passion

Gambar
                                                                     By : Ucu Siti Romlah, S.Pd Pertemuan ke-2 judul: Menjadikan Menulis Sebagai Passion Pemateri : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd (Ratu antologi penulis motivator dan Founder PMA literasi Istikamah) Moderator : Widya Setianingsih, S.Ag Motto: orang-orang sukses hanyalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses. ( Brian tracy) Pernahkah sahabat sekalian melakukan sesuatu hal dengan rasa senang? melakukan sesuatu hal dengan rasa cinta? Ya, itulah passion. Passion atau renjana merupakan kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas yang digemari oleh seseorang. Hari ini kita akan menumbuhkan pasien kita dalam menulis. bersama Bunda hebat idola kita Bunda Kanjeng. Bismillah... Alhamdulillah dengan berbagi dan mengajak peserta untuk menulis pada akhirnya bagi mereka yang mau berproses dan mau keluar dari zona nyaman lalu mengikuti aturan main yang ada juga berani mengambil tantangan ikut lomba dan meraih sukses. Passion atau renja

MENULISLAH SETIAP HARI

Gambar
            Resume I                                                                                      Oleh : Ucu Siti Romlah, S.Pd Bismillah... Malam ini pemateri pertama adalah Bapak Dr. Wijaya Kusuma, M.Pd yang biasa kita sapa Omjay. Sebagai seorang blogger, motivator,trainner dan penulis buku, beliau menyampaikan pengalamannya sejak awal merintis sebagai penulis hingga sekarang . Berikut trik dan tips yang Omjay sampaikan. Menurut pendapat Omjay, kebanyakan orang tidak bisa menulis karena malas membaca tulisan orang lain atau merasa tulisannya yang paling hebat padahal diatas langit masih ada langit. Karena itu,kita harus melepaskan baju kesombongan. Mulailah menulis dari apa yang kita sukai dan kuasai. Dari keseharian yang kita lakukan dan mulailah dari blog pribadi. Menulis setiap hari bukanlah ilmu yang susah untuk dipraktekkan. Kalau kita punya blog maka menulis setiap hari terasa indah. Tulisan-tulisan kita di blog menjelma jadi buku bahkan dapat penghasilan t

Cahaya Harapan Itu Masih Ada

Gambar
                                 Oleh : Ucu Siti Romlah, S.Pd Pembukaan Kelas Belajar menulis ( KBMN ) PGRI Gelombang ke 28 kembali mengingatkan saya tentang proses perjalanan pasang surut kepenulisan yang saya rasakan selama kurun waktu 2 tahun terakhir ini. Berawal dari peristiwa merebaknya kasus covid- 19 yang sempat meluluhlantakan semua lini kehidupan tak terkecuali dunia pendidikan, dari sanalah saya mulai mengenal sosok Omjay sebagai motivator handal khususnya dalam memberdayakan blog sebagai media untuk mencurahkan ide dan gagasan lewat tulisan. Tak dipungkiri selama proses belajar tersebut, ada kalanya masih kesulitan dalam mengembangkan ide dan gagasan. Ide yang menumpuk di benak saya seakan bongkahan gunung es yang masih sulit untuk mencair menunggu terbitnya matahari. Pernah mengikuti KBMN entah angkatan ke berapa, tetapi itulah tidak sampai tuntas.   Mengenal blog sejak tahun 2017 tetapi bak rumah kosong tanpa penghuni. Dan baru mulai terisi bait- bait puisi dengan mengiku

Sasalad di Pasantren

Gambar
Pakanci salila dua minggu di lembur teh, keur kuring mah asa sakeudeung pisan.Tilu poé deui kudu indit ka pasantren. Malah ti poé kamari kénéh kuring geus tatahar nyiapkeun bawaeun.Enya, saha nu teu betah atuh cicing di lembur ngariung jeung indung bapa katut nu jadi adi. Komo boga adi téh ngan hiji hijina. Nya keur waktu pakanci pisan, bungah bisa kumpul jeung kulawarga. Geus biasa keur santri mah mun rék ka pasantren teh sagala disiapkeun. Ti mimiti baju, kadaharan jeung nu séjénna.Pokona mah kumplit euweuh nu kaliwat.Baju jeung nu séjénna nu geus dientepkeun téh tuluy diasupkeun kana kantong gedé. Ngahaja sangkan teu kerentil loba bawaeun. Katempo ringkes bawaeun téh. Haté reugreug. Ema ngiring ngabantosan ngentepkeun babawaan dina kantong gedé bari dipariksa bisi aya nu tinggaleun. Pisapoeeun deui ka rek indit karasa aya wegah,tapi saur Ema sareng Bapa ari milari élmu teh jalan ka sawarga. Ngagedur deui sumanget téh. Komo basa nampa telepon ti Hani babaturan kuring, cenah rék ind

Sederhana

Gambar
Humble and simple. Itulah kesan pertama yang kami lihat dari sosok yang satu ini. Kepiawaiannya dalam menulis berbagai genre telah menjadikannya cukup dikenal baik di kalangan muda maupun generasi sebelumnya.Karya tulisnya kerap kali mengkritisi situasi sosial maupun politik yang sedang terjadi di negeri ini. Boleh dibilang beliau adalah seorang sastrawan politik. Karya tulisnya berupa novel, cerpen, maupun puisi sangat kental dengan pesan-pesan religi. Sikap humblenya sangat kentara ketika pada suatu hari beliau memintaku untuk mengkritisi tentang sebuah draff novel karyanya.Jika seorang guru meminta kepada muridnya untuk mengkritisi karyanya sendiri rasanya sangat langka. Bukan karya orang lain yang beliau minta dikritisi tetapi karyanya sendiri yang siap dicetak dan dipublikasikan.Ketika beliau ditanya mengapa memintaku untuk mengkritisi tulisannya padahal saya bagaikan seorang murid yang sedang belajar menulis dari karyanya baik offline maupun digital,sambil terbahak beliau me

PELAYANAN PERPUSTAKAAN

Gambar
                  By : Ucu Siti Romlah, S.Pd                        Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan BAB VII pasal 32 menegaskan bahwa tugas utama tenaga perpustakaan (pustakawan) dan tenaga teknis perpustakaan  adalah memberikan pelayanan prima terhadap pemustaka, menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif, memberikan keteladanan, menjaga nama baik lembaga dan kedudukannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Sejarah membuktikan perpustakaan di dunia Islam melahirkan para jenius Islam terutama pada fase pertama Dinasti Abbasiyah yang dipimpin oleh Khalifah Abu Ja'far al-Mansur, khalifah Harun Ar-Rasyid dan Abdullah Al-Makmun. Mereka merupakan khalifah- khalifah yang sangat menjaga dan memelihara buku-buku, baik yang bernuansa agama maupun umum,baik karya ilmuwan muslim maupun non-muslim, baik karya-karya ilmuwan yang semasanya maupun pendahulunya ini terlihat jelas dari sikap para khalifah seperti pesannya Harun Ar-Ra